TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
MACAM GAYA BELAJAR
Gaya Belajar adalah cara bereaksi yang menggunakan perangsang-perangsang yang diterima dalam proses belajar. Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda serta dapat menemukan gaya belajar dengan instrumen tertentu. Kesesuaian gaya belajar akan meningkatkan keefektifan dan kenyamanan saat belajar. Terdapat beberapa macam gaya belajar, diantaranya adalah visual, auditori, dan kinestetik.
Yang pertama adalah gaya belajar visual. Gaya belajar ini mengandalkan indera penglihatan (mata). Dalam gaya belajar ini, anak akan lebih paham mengenai suatu pelajaran jika melihat objek atau alat peraga. Sehingga dalam metode mengajar, sebaiknya guru mengajak anak untuk mengobservasi suatu objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut atau menggambarkan di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus bisa melihat bahasa tubuh dan ekspresi wajah guru untuk memahami suatu pelajaran. Sehingga mereka cenderung duduk di posisi depan agar dapat melihat dengan jelas. Seorang anak dengan gaya belajar visual selalu berpikir menggunakan gambar-gambar. Di dalam otak, mereka membayangkan gambar yang dilihatnya sehingga akan lebih mudah jika menggunakan media visual seperti diagram, gambar berwarna, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sedetail-detailnya untuk mendapatkan informasi.
Selanjutnya, ada gaya belajar auditori. Gaya belajar ini mengandalkan indera pendengar atau telinga. Dalam gaya belajar ini anak akan lebih paham jika mendengarkan suara. Maka dalam metode mengajar, sebaiknya guru memperhatikan tone, pitch (tinggi rendahnya suara), kecepatan berbicara, dan hal-hal auditori lainnya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditoridapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori. Anak-anak ini akan lebih cepat menghafal jia membaca dengan keras atau mendengarkan rekaman. Anak auditori mudah terganggudengan suasana belajar yang ramai sehingga mereka belajar di tempat yang sepi atau sunyi.
Dan yang terakhir adalah gaya belajar kinestetik. Gaya belajar ini sedikit unik, yaitu belajar belajar melali bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak dengan tipe kinestetik sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan merekan untuk bereksplorasi dan beraktivitas sangat kuat. Maka dalam metode mengajar, sebaiknya guru membuat kelas menjadi kelas yang hidup. Maksudnya seperti bereksperimen, maju ke depan menjawab pertanyaan, dan mengeksplor kemampuan presentasi. Terkadang anak kinestetik dianggap sebagai murid yang sulit diam oleh guru, bahkan sering sekali guru menegur anak kinestetik. Anak kinestetik sulit diam karena memah sudah karakter yang tidak bisa dirubah. Semakin bertambah umur anak kinestetik akan bisa mngendalikan tubuhnya untuk bergerak. Izinkan anak mengunyah permen karet, menggerak-gerakkan badannya (kaki bergoyang-goyang, tangan, dll), dan yang paling penting jangan paksakan anak untuk belajar berjam-jam.
Mengetahui gaya belajar anak memiliki manfaat yang banyak. selain anak nyaman dalam proses pembelajaran, guru juga akan nyaman. Anak visual akan nyaman jika guru menerapkan metode mengajar untuk anak visual. Anak auditori akan nyaman jika guru menerapkan metode mengajar untuk anak auditori. Dan yang terakhir anak kinestetik akan nyaman jika guru menerapkan metode mengajar untuk anak kinestetik. Sehingga antara guru dan anak didik tidak ada kesalahpahaman diantara mereka karena guru mengerti gaya belajar anak didik dan anak didik menerima dengan baik metode mengajar guru.
editor: Antonius Gancang L. (07)

Komentar
Posting Komentar